Posted by : Raindeca Dzulikrom Haqqu
Thursday, July 4, 2019
MAKALAH
PERBANDINGAN MICROSOFT OPERATION FRAMEWORK DENGAN APPLICATION SERVICES LIBRARY
Tugas ini dibuat Sebagai persyaratan dalam mata kuliah Softskill Manajemen Layanan Sistem Informasi Dosen : Agustine Hana Masitoh
Disusun Oleh:
PUTRI LANNIDYA PARAMESWARI (14117772)
RADELLA SASKIA ANWAR (14117819)
RAIHANA MAHIRA (14117908)
RAINDECA DZULIKROM HAQQU (14117910)
REFO AULIA PASMANDARA (15117018)
REZA SUCI ARTA MAIVIA (15117112)
RIZA MUZTAUF (15117282)
2KA01
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
*******
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas ridho dan karuniaNya kami dapat membuat makalah berjudul Perbandingan Microsoft Operation Framework dengan Application Service Library (ASL) sebagai persyaratan dalam mata kuliah Softskill Manajemen Layanan Sistem Informasi. Kami bersyukur memiliki kedua orangtua yang senantiasa mendukung kami dalam melakukan pembelajaran di jenjang pendidikan kuliah sebagai bekal kami kelak di masa depan untuk memajukan negara demi kebaikan bangsa.
Kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Agustine Hana Masitoh selaku dosen mata kuliah Softskill Manajemen Layanan Sistem Informasi atas bimbingannya kepada kami selama pembuatan makalah ini. Kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada teman – teman dari kelas 2KA01 Universitas Gunadarma atas bantuan dan dukungannya selama kami mengerjakan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa maupun dari segi lainnya. Dengan lapang dada, kami membuka kesempatan bagi para pembaca untuk menyampaikan kritik dan saran guna menyempurnakan makalah ini.
Demikian kata pengantar dari kami. Kami berharap makalah tentang Perbandingan Microsoft Operation Framework dengan Application Service Library (ASL) ini dapat dijadikan referensi dan sumber dalam kegiatan pembelajaran pembaca di masa yang akan datang
Depok, 10 Juni 2019
Kelompok 5
********
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pelayanan merupakan hal penting yang harus diberikan suatu perusahaan kepada pelanggan agar perusahaan mencapai tujuan bisnis yang menguntungkan sekaligus dapat memuaskan pelanggan. Di era teknologi yang kian maju dan kompleks, bisnis semakin bergantung pada Teknologi Informasi (TI) sebagai suksesor bisnis.
Berkembangnya bisnis harus diimbangi dengan berkembangnya teknologi dalam organisasi hal ini menyebabkan terjadinya kompetisi global antar perusahaan untuk saling memberikan pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan. Dengan adanya teknologi yang memungkinkan segala sesuatu menjadi lebih cepat dan terjangkau, pelanggan dimungkinkan untuk memiliki permintaan yang lebih kompleks.
Munculnya perubahan-perubahan dari sisi bisnis menyebabkan tidak jarang pada akhirnya organisasi atau perusahaan yang berfokus pada pelanggan (customer oriented), berusaha memuaskan pelanggan melalui penerapan TI terbaik pada lini bisnisnya. Pengelolaan layanan TI yang maksimal dibutuhkan guna mendapatkan penerapan TI terbaik. Hal ini menuntut adanya pedoman yang mampu membantu organisasi atau perusahaan lainnya dalam mengembangkan penerapan TI.
Pengelolaan TI bagi perusahaan atau entitas lainnya dikenal dengan pengelolaan ITSM. Terdapat banyak kerangka kerja atau framework ITSM yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Masing-masing kerangka kerja memiliki perbedaan yang perlu dicermati agar organisasi atau perusahaan mampu memilih kerangka yang terbaik untuknya. Makalah ini akan membandingkan kerangka kerja pengelolaan ITSM Microsoft Operation Framework (MOF) dengan Application Service Library (ASL).
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Apa itu Microsoft Operation Framework (MOF) dan Application Service Library (ASL)?
2. Bagaimana perbedaan yang terdapat diantara kerangka kerja Microsoft Operation Framework (MOF) dengan Application Service Library (ASL)?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memahami standar Microsoft Operation Framework (MOF) dan Application Service Library (ASL) yang berperan dalam standarisasi pengelolaan layanan TI serta mengetahui perbedaannya.
**********
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Microsoft Operation Framework (MOF)
Salah satu best practice yang merupakan produk dari perusahaan komputer dan
telekomunikasi Microsoft adalah Microsoft Operation Framework (MOF).
Microsoft Operations Framework (MOF) terdiri dari best practice, prinsip, dan
kegiatan yang memberikan panduan komprehensif untuk mencapai kehandalan untuk solusi dan layanan Teknologi Informasi (TI).
Gambar 1: Logo Microsoft Operation Framework
MOF berisi pertanyaan dan kegiatan yang dapat merumuskan penentuan
kebutuhan organisasi agar organisasi berjalan efisien dan efektif di masa yang akan
datang. MOF bertujuan untuk menciptakan, mengoperasikan, dan mendukung
layanan TI serta memastikan bahwa investasi di TI memberikan nilai bisnis yang
dihadapkan dengan resiko yang dapat ditangani.
Terdapat empat prinsip dasar dari MOF, yaitu:
a. Arsitektur yang Terstruktur
Model yang terdapat di dalam MOF memberikan struktur untuk integrasi
proses, penanganan siklus hidup, pemetaan peran dan tanggung jawab, dan
pengelolaan terhadap perintah dan kendali dalam sistem secara keseluruhan.
Selain itu, MOF juga memberikan fondasi untuk otomatisasi proses dan operasi
yang terfokus pada teknologi.
b. Penyempurnaan Berbasis Iterasi dengan Siklus yang Cepat
MOF menggunakan konsep ini untuk memungkinkan terbentuknya sebuah
ketahanan terhadap lingkungan bisnis yang agresif, dengan cara memanfaatkan
siklus hidup bersifat iteratif yang mendukung kapabilitas untuk dapat
menerapkan perubahan secara cepat dan melakukan penilaian serta perbaikan
secara terus-menerus.
c. Pengelolaan Berbasis Evaluasi Berkala
MOF mempergunakan evaluasi berkala yang dilakukan pada tiap akhir
tahapan dalam siklus iterasi untuk membantu pengelolaan dari lingkungan
3
operasi yang dapat memaksimalkan keuntungan dari investasi terhadap
layanan SI, selain tentunya mengandalkan Service Management Function
(SMF) untuk pengelolaan tersebut.
d. Pengelolaan Resiko yang Tertanam di Dalam Prosedur
Pengelolaan resiko yang ditawarkan oleh MOF mengandung konsepkonsep pengelolaan resiko yang diterapkan melalui seluruh operasi yang
dilakukan di sistem untuk memperluas pandangan tentang bagaimana tindakan
yang tepat untuk pengelolaan resiko terhadap kemungkinan dari sebuah sistem
untuk mengalami masalah.
2.1.1 Tahap Tahap Microsoft Operation Framework
Siklus hidup atau life cycle Microsoft Operations Framework (MOF) terdiri
dari tiga tahapan yang berlangsung dengan satu tahapan dasar yang beroperasi di
keseluruhan tiga tahapan yang digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2: Tahapan Siklus Layanan TI MOF
a. Tahap Perencanaan (Plan)
Tahap perencanaan berfokus untuk memastikan bahwa sejak awal layanan
Teknologi Informasi (TI) yang diminta dapat diandalkan, sesuai kebijakan,
hemat biaya, dan dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan bisnis. Tahap
ini bertujuan untuk merencanakan dan mengoptimalkan strategi layanan TI
dalam rangka mendukung tujuan bisnis.
b. Tahap Penyampaian (Deliver)
Tahap penyampaian berkaitan dengan membayangkan, merencanakan,
membangun, menstabilisasi, dan menyebarkan layanan yang diminta. Tahap
ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan TI dikembangkan secara efektif
dan siap untuk dioperasikan.
c. Tahap Operasi (Operate)
Tahap operasi berkaitan dengan operasi, pemantauan, dan dukungan
layanan yang efisien sesuai dengan target perjanjian tingkat layanan yang
disepakati. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan TI
dioperasikan, dipelihara, dan didukung dengan cara yang sesuai dengan
kebutuhan dan harapan bisnis.
d. Lapisan Pengelolaan (Manage)
Tahap ini berkaitan dengan tata kelola, resiko, kepatuhan, peran dan
tanggung jawab TI, manajemen perubahan, dan konfigurasi. Proses dalam fase
ini berlangsung selama semua fase siklus hidup. Tujuannya adalah untuk
memberikan prinsip operasi dan praktik terbaik untuk memastikan bahwa
investasi di TI memberikan nilai bisnis yang diharapkan pada tingkat resiko
yang dapat diterima.
2.1.2 Hubungan MOF dengan Microsoft Solution Framework (MSF)
Microsoft Operations Framework (MOF) memiliki hubungan dan
berintegrasi dengan Microsoft Solution Framework (MSF).
Microsoft Solution Framework (MSF) adalah pendekatan yang mudah
disesuaikan untuk memberikan solusi teknologi yang lebih cepat dengan lebih
sedikit orang dan resiko, sekaligus memungkinkan hasil berkualitas lebih tinggi.
MSF membantu tim menangani secara langsung penyebab paling umum
kegagalan proyek teknologi, serta meningkatkan tingkat keberhasilan, kualitas
solusi, dan dampak bisnis.
Gambar 3: Hubungan MOF dengan SMF
2.1.3 Fungsi Dalam Manajemen Layanan TI (Service Management Function)
Setiap tahapan dari siklus hidup layanan TI berisi fungsi dalam manajemen
layanan TI atau Service Management Function (SMF) yang mengatur mengenai
5
proses, orang, dan kegiatan yang dibutuhkan untuk menyelaraskan layanan TI
dengan kebutuhan bisnis.
Komponen Model Proses MOF terdiri dari:
1. 4 elemen kuadran
2. Management review, yang terdiri dari operation dan service review
Gambar 4: Kuadran Model Proses MOF
Model Proses MOF terdiri dari empat elemen kuadran yang membentuk siklus
hidup (life cycle). Aktivitas yang ada pada tiap elemen kuadran bisa saja terjadi
dalam satu waktu yang sama, sehingga tidak harus berurutan.
a. Changing
Perubahan yang sudah direncanakan pada sistem sebelum
diimplementasikan atau dioperasikan mengalami pengujian terlebih dahulu
pada fase changing. Setelah perubahan tersebut diuji dan dinyatakan tidak ada
masalah, serta siap untuk diimplementasikan, maka perubahan tersebut masuk
ke fase operating. Fase changing memiliki proses yaitu:
• Change Management
• Configuration Management
• Release Management
b. Operating
Fase operating adalah tahap untuk menentukan dan menyediakan proses,
prosedur dan alat-alat yang dibutuhkan untuk mendukung sistem agar sistem
dapat berjalan sesederhana mungkin dan seefisien mungkin sehingga sistem
dapat berjalan dengan optimal. Adapun prosesnya yaitu:
• System Administration
• Security Administration
• Service Monitoring and Control
• Job Scheduling
• Network Administration
• Directory Services Administration
• Print and Output Management
• Storage Management
c. Supporting
Fase supporting adalah untuk memelihara sistem dengan prosedur dan alat-alat
yang sudah ditentukan dan disiapkan pada fase operating. Prosesnya terdiri
dari:
• Service Desk
• Incident Management
• Problem Management
d. Optimazing
Fase optimazing berfungsi untuk mengoptimalkan sistem yang dijalankan.
Fase ini berjalan ketika sistem sedang dalam tahap pemeliharan ataupun sedang
dicoba untuk meningkatkan layanan yang sistem dapat tawarkan. Fase
optimazing akan memberikan saran kepada pengguna baik perubahan pada
subsistem dari sistem yang diterapkan ataupun perubahan hardware, software,
dan prosedur agar biaya yang dibutuhkan untuk memelihara sistem menjadi
sekecil mungkin. Microsoft Operation Framework (MOF) akan menghasilkan
keluaran berupa hal-hal yang perlu dirubah dalam sistem, perhitungan biaya
yang dibutuhkan, resiko potensial, dan juga keuntungannya jika perubahan
dilakukan. Proses-prosesnya yaitu:
• Service Level Management
• Financial Management
• Service Continuity Management
• Availability Management
• Capacity Management
• Workforce Management
Di antara tiap siklus terdapat evaluasi sebagai berikut:
1) Release Readiness Review
Berada di antara siklus changing dan siklus operating. Evaluasi ini berfungsi
untuk menguji bagaimana kesiapan dari sebuah sistem untuk dapat dilepaskan ke
pasaran dan dioperasikan oleh pengguna.
2) Operations Review
Evaluasi ini dilakukan di antara siklus operating dan siklus supporting dengan
sasaran pengujian yaitu apakah terdapat masalah dalam sistem yang dioperasikan
oleh pengguna atau tidak.
3) Service Level Agreement Review
Evaluasi ini berada di antara siklus supporting dan siklus optimazing, dengan
fungsi utama yaitu menguji kesiapan suatu sistem untuk dioptimalkan kinerjanya
berdasarkan persetujuan antara pihak yang menangani dukungan terhadap sistem
dan pihak yang bertugas untuk optimalisasi sistem.
4) Release Approved Review
Fungsi dari evaluasi ini yaitu menguji apakah kesiapan suatu sistem untuk
dilepas ke pasaran telah disetujui oleh pihak pembuat dan pihak pengguna.
2.1.4 Management Review (MR)
Management Review (MR) adalah kontrol internal yang memberikan cek
validasi manajemen, memastikan bahwa tujuan tercapai dengan cara yang tepat,
dan bahwa nilai bisnis dianggap terpenuhi dalam seluruh siklus hidup layanan TI.
Tujuan dari Management Review (MR) antara lain:
• Memberikan pengawasan manajemen dan bimbingan.
• Bertindak sebagai kontrol internal di tingkat tahapan siklus hidup TI.
• Menilai keadaan kegiatan dan mencegah dilaluinya tahapan yang belum
lengkap.
• Adanya pembelajaran organisasi.
• Meningkatkan proses.
Berikut merupakan tabel Management Review (MR) Microsoft Operation Framework(MOF).
Tabel 1: Management Review MOF
2.2 Application Service Library (ASL)
Application Service Library (ASL) adalah sebuah kerangka kerja atau
framework untuk proses manajemen aplikasi. Application Services Library ( ASL )
juga adalah domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk membakukan
proses dalam manajemen aplikasi dan disiplin dalam menghasilkan dan memelihara
sistem informasi dan aplikasi. Istilah “library” atau “perpustakaan” digunakan
karena ASL disajikan dalam satu set buku yang menggambarkan praktik terbaik
dari industri TI. ASL didukung oleh praktek-praktek terbaik yang diambil dari
sejumlah organisasi.
Application Service Library (ASL) pertama kali dikembangkan pada akhir era
1990-an di Belanda sebagai model milik R2C. Framework ini dikembangkan
dengan tujuan untuk memberikan metode-metode terbaik yang dapat dipergunakan
untuk melakukan standardisasi berbagai proses dalam pengelolaan siklus hidup
sebuah aplikasi komputer (dalam hal ini yaitu aplikasi sistem informasi). Pada
tahun 2000, framework ini berevolusi menjadi ASL, lalu pada tahun 2001
diserahkan pengembangannya ke ASL BiSL Foundation yang ketika itu masih
bernama ASL Foundation. Setelah itu ASL dirilis ke publik pada tahun 2002 yang
dimana perpustakaan tersebut terdiri dari publikasi mengenai model proses dan
sejumlah besar praktik terbaik, makalah putih, artikel dan presentasi, kemudian
pada tahun 2009 dirilis versi kedua dari ASL yaitu ASL2 yang ditujukan sebagai
penyempurnaan dari ASL
Kerangka kerja ASL belum berubah secara radikal sejak publikasi pertama.
Perubahan utama pada ASL 2 berhubungan dengan posisi vendor TI internal dan
eksternal yang dimodifikasi. Perubahan tidak berdampak besar pada kerangka
proses itu sendiri, namun pada bagaimana proses pengelolaan aplikasi diterapkan
di dunia saat ini dan masa depan penawaran dan permintaan TI.
ASL terkait dengan pengelolaan dukungan, pemeliharaan, pembaharuan dan
strategi penerapan secara ekonomi. Perpustakaan terdiri dari kerangka kerja, praktik
terbaik, template standar, dan penilaian sendiri. Kerangka kerja ASL menyediakan
deskripsi semua proses yang dibutuhkan untuk manajemen aplikasi.
Gambar 5: Logo Application Service Library
2.2.1 Faktor Penggunaan Application Services Library
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi manajemen
aplikasi. Pendekatan standar ASL berkontribusi pada profesionalisasi organisasi
manajemen aplikasi dan memfasilitasi cara kerja yang lebih efisien dan hemat
biaya. Salah satu keuntungan utama ASL adalah kerangka umum dan kerangka
acuan untuk domain pengelolaan aplikasi memungkinkan kerjasama yang lebih
baik antara pihak-pihak yang terkait.
ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung manajemen aplikasi dengan
menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan hal berikut:
1. Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi.Ditambah penggunaan
praktek-praktek terbaik
2. terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang
berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Gambar 6: Tujuan Application Service Library
2.2.3 Kerangka Kerja Application Service Library
Framework ASL terdiri dari enam proses klaster, dibagi menjadi tiga tingkat
yaitu proses operational, managing, dan strategic levels. Memilki sudut pandang
jangka pendek dan menengah, sedangkan sudut pandang proses untuk beberapa
tahun ke depan. strategis menghadap ke arah horizontal.
Berikut adalah tingkat klasternya:
Gambar 7: Kerangka Kerja Application Service Library
a. Tingkat Operasional
1) Application Support
Terdapat empat proses dalam kluster application support. Proses-proses dalam
klaster organisasi layanan mendukung penggunaan harian sistem informasi dan
bertujuan untuk memastikan bahwa aplikasi saat ini digunakan dengan cara yang
paling efektif untuk mendukung proses bisnis, menggunakan minimal sumber daya
dan mengarah ke minimal gangguan operasional. Proses dalam klaster ini adalah:
• Use Support / Dukungan Penggunaan
• Configuration Management /Manajemen Konfigurasi
• IT Operation Management /Manajemen Operasi IT
• Continuity Management /Manajemen Kontinuitas
2) Application Maintenance and Renewal
Terdapat lima proses dalam klaster pembaharuan dan pemeliharaan aplikasi.
Pengembangan Aplikasi dilakukan mayoritas dalam klaster ini. Bagian utama dari
pekerjaan manajemen aplikasi berkaitan dengan perancangan, pemrograman, dan
pengujian aplikasi dan sistem informasi. Prosesnya adalah:
• Impact analysis /Analisis Dampak
• Design /Desain
• Realization/Realisasi
• Testing/Pengujian
• Implementation/Implementasi atau Pelaksanaan
3) Connecting Process
Terdapat dua proses dalam klaster Connecting Process. Klaster Connecting
Process atau proses penghubungan bertujuan untuk menyinkronisasi kegiatan
antara organisasi layanan atau operasi (penggunaaan aplikasi) dengan
pengembangan dan pemeliharaan (pengubahan aplikasi). Dua proses yang
termasuk adalah mengubah manajemen serta kontrol dan distribusi perangkat
lunak.
b. Tingkat Proses Manajemen
Klaster proses manajemen memastikan bahwa klaster operasional dikelola
secara terpadu. Pemeliharaan aplikasi dan pembaharuan klaster memastikan bahwa
aplikasi yang dimodifikasi sesuai dengan perubahan kebutuhan. Hal ini umumnya
merupakan akibat dari perubahan dalam proses bisnis atau menjaga aplikasi tetap
up-to-date. Proses penghubungan membentuk jembatan antara organisasi layanan
klaster dengan pengembangan dan pemeliharaan klaster.
Ada lima proses dalam klaster proses manajemen. Proses-proses dalam klaster
ini digunakan dalam pengelolaan kegiatan di dalam klaster pada tingkat
operasional. Prosesnya terletak pada level taktis dan digunakan untuk mengarahkan
proses operasional. Proses yang termasuk adalah:
• Contract Management/Manajemen Kontrak
• Planning and Control/Perencanaan dan Pengendalian.
• Quality Management/Manajemen Mutu
• Financial Management/Manajemen Keuangan
• Supplier Management/Manajemen Pemasok
c. Tingkat Strategis
Ada dua kelompok pada tingkat strategis. Tujuan dari klaster strategi adalah
untuk mengatasi strategi jangka panjang untuk aplikasi. Proses yang diperlukan
untuk strategi jangka panjang untuk organisasi manajemen aplikasi dijelaskan
dalam strategi organisasi manajemen aplikasi kerangka klaster. Klaster proses di
tingkat strategis adalah:
1) Application Management Organization Strategy
Klaster ini berisi proses yang menentukan bagaimana strategi yang tepat dalam
pengelolaan organisasi untuk menangani berbagai pengelolaan aplikasi. Prosesnya
yaitu:
• Account and Market Definition /Akun dan Definisi Pasar
• Capabilities Definition/Definisi Kemampuan
• Technology Definition/Definisi Teknologi
• Supplier Definition/Definisi Pemasok
• Service Delivery Definition/Definisi Jasa Pengiriman
2) Application Strategy
Klaster ini berfungsi sebagai wadah dari penyusunan berbagai strategi yang
diperlukan untuk memperkirakan seperti apa kebutuhan terhadap sebuah aplikasi
di masa depan, berikut dengan tampilannya di masa depan. Proses yang terdapat
di dalamnya yaitu:
• IT Developments Strategy
• Customer Organizations Strategy
• Customer Environment Strategy
• Application Life Cycle Management
• Application Portfolio Management
2.3 Perbedaan Microsoft Operation Framework dengan Application Services
Library
Kerangka kerja atau framework Microsoft Operation Framework (MOF) dan
Application Services Library (ASL) memiliki perbedaan diantara keduanya.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dari berbagai segi.
a. Segi Pengertian
Kerangka kerja atau framework dalam manajemen layanan sistem informasi
Microsoft Operation Framework (MOF) adalah kerangka kerja yang mempunyai
prinsip dan kegiatan yang dapat memberikan panduan komprehensif untuk
mencapai kehandalan untuk solusi dan juga layanan teknologi informasi,sedangkan
kerangka kerja Application Services Library (ASL) yaitu kerangka kerja yang
memiliki domain publik dari praktik terbaik sehingga kerangka kerja ini dapat
disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasinya.
b. Segi Pola Penjabaran Proses
Application Services Library (ASL) menggunakan pola hirarkis yang dibagi ke
dalam beberapa klaster dalam menjabarkan proses-proses yang terlibat di dalam
framework, sedangkan Microsoft Operation Framework (MOF) menggunakan pola
iterasi berkelanjutan dari pertanyaan dan kegiatan yang tersedia.
c. Segi Dukungan Pelayanan
Application Services Library (ASL) mengedepankan dukungan pelayanan
kepada pengguna dengan menggunakan proses yang berbasis bisnis, sementara
Microsoft Operation Framework (MOF) menggunakan prinsip dukungan berbasis
teknis dan organisasional (termasuk dalam hal ini tentang pengelolaan tenaga kerja
serta budaya dan etika yang terdapat di dalam organisasi).
d. Segi Sistem Evaluasi
Microsoft Operation Framework (MOF) menggunakan sistem evaluasi
berbasis keseluruhan yang ditempatkan di antara tiap siklus iterasi, sedangkan
Application Services Library (ASL) menempatkan evaluasi di tiap proses secara
mendetail dan tidak tercampur antara satu sama lain
e. Segi Teknik Pengelolaan
Application Services Library (ASL) difokuskan ke dalam pengelolaan layanan
Sistem informasi (SI) secara luas dan tidak terbatas di salah satu jenis teknologi,
13
sedangkan Microsoft Operation Framework (MOF) mengusung pengelolaan
layanan SI yang berdasarkan pada teknologi buatan Microsoft di samping teknik
pengelolaan layanan yang bersifat umum.
***********
BAB III
KESIMPULAN
3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat kami simpulkan
bahwa terdapat perbedaan serta kelebihan-kekurangan antara suatu framework
Information Technology Service Management (ITSM) dengan framework
ITSM lain, khususnya yang kami bahas disini adalah Microsoft Operation
Framework (MOF) dan Application Services Library (ASL). Dengan
pemahaman yang baik mengenai perbedaan antar framework ITSM, pemimpin
perusahaan dapat memastikan framework mana yang lebih baik dan optimum
untuk diterapkan pada perusahaannya.
Kami selaku penulis makalah ini mengharapkan agar makalah ini dapat
dapat menjadi sumber ataupun bahan kajian dalam pencarian sumber
informasi. Kami juga berharap bahwa makalah ini juga berguna bagi
masyarakat yang ingin mengetahui tentang framework ITSM itu sendiri
khususnya mengenai Microsoft Operation Framework (MOF) dan Application
Services Library (ASL). Selain itu, kami harap makalah ini dapat menjadi
referensi penelitian baik instansi atau perusahaan maupun pemerintah yang
sedang berkecimpung dalam tema framework Information Technology Service
Management (ITSM).
***********
DAFTAR PUSTAKA
Wardani.Kusuma.2013. Mengenal Microsoft Operations Framework 4.0.
https://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2013/05/dani-mof1.pdf(9 Juni
2019)
Utomo.Andy Prasetyo.2012. Pemilihan Framework Untuk Manajemen Aplikasi
(ASL VS ITIL).
http://www.unaki.ac.id/ejournal/index.php/majalah-ilmiahinformatika/article/download/64/101(10 Juni 2019).
Exchange.2007.Microsoft Operations Framework.
http://unifiedpeople.ru/exchhelp.en/html/5428d2e4-a2ec-430e-9520-
0a88bff6d782.htm.(11 juni 2019).
Earp.Sean.2012. Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 Fundamentals.
https://blogs.technet.microsoft.com/ptsblog/2012/10/02/microsoft-operationsframework-mof-4-0-fundamentals/.(11 juni 2019).
Earp.Sean.2009. Microsoft Operations Framework (MOF) Quick Start Kits
Released.
https://blogs.technet.microsoft.com/seanearp/2009/03/26/microsoft-operationsframework-mof-quick-start-kits-released/(11 Juni 2019).
Maulana.Rizky.2019. MICROSOFT OPERATIONS FRAMEWORK
http://rizkimlna.blogspot.com/2019/04/microsoft-operations-framework.html(11
Juni 2019).
Beniyanto.Adhi.2018. Microsoft Operation Framework.
https://ardhijob.wordpress.com/2018/04/23/microsoft-operation-framework/(11
Juni 2019).
Solihin.2017. FRAMEWORK ASL, BISL, DAN MOF.
http://solihinsolay.blogspot.com/2017/07/framework-asl-bisl-dan-mof.html (11
Juni 2019).
Emk.2018. Application Services Library.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Application_Services_Library(11 Juni 2019).
Maulia.Risca.2017. Application Services Library.
https://riscamaulia.wordpress.com/2017/07/06/application-service-library-asl/ (13
Juni 2019).
Pramudita.Arya Dwi. 2017. Pembahasan dan Perbandingan Framework
Manajemen Layanan SI.
http://aryadwi3595.blogspot.com/2017/05/pembahasan-dan-perbandinganframework.html?m=1(12 Juni 2019).
Related Posts
- Home>
- UG Assignment >
- MAKALAH PERBANDINGAN MICROSOFT OPERATION FRAMEWORK DENGAN APPLICATION SERVICES LIBRARY
